Pagi itu aku ditemani dengan ayahku (baca: tiri) mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu di Poltekes Yapkesbi Sukabumi. Awalnya aku ragu untuk kuliah disana. Tapi mau bagaimana lagi. Karena hanya ada dua pilihan yang disediakan untukku. Kuliah di Cianjur atau kuliah di Sukabumi.
Akhirnya aku memilih di Sukabumi saja. Alasannya, karena aku ingin jauh dengan kedua orangtua. Mengapa? Akan dijelaskan dilain waktu. Hehe. Dan setelah berdiskusi dengan orangtua, aku pun memilih jurusan keperawatan.
Sebenarnya, dalam lubuk hatiku yang paling dalam, (ciye). Aku ingin sekali merasakan kuliah di Kota Bandung. Bersenang-senang dengan teman-teman sewaktu SMA, apalagi impianku saat itu bisa menjadi Maba Universitas Padjajaran dengan jurusan akuntansi. Wow, sungguh bahagianya kalau saja impian itu tercapai. Sayangnya, Allah lebih tahu yang terbaik untukku, untuk Masa Depanku.
Kembali menuju Kota Sukabumi. Saat pendaftaran, aku tidak berharap untuk diterima disana. Tapi sayangnya aku bisa melalui tes dan langsung diterima menjadi mahasiswa disana. Walau saat itu aku hanya di tes kesehatan saja. Tidak melalui tes tulis. Kenapa? Karena waktu bulan Maret itu, jalur PMDK masih ada. Dan aku tidak pakai rapot waktu itu, hanya memperlihatkan ijasah dan skhun yang sudah dilegalisir. Beres. Dan alhamdulillah tidak ada kendala apa-apa. Karena sebelum berangkat ke Sukabumi, aku pernah berdoa menghadap -Nya suatu malam. Kalau aku berjodoh di Sukabumi maka lancarkanlah, tapi kalau tidak jangan lancarkan, (kejamnyaaaa). Dan akhirnya terbukti.
Setelah semua urusan beres. Kami pun pulang.
Oh iya, kawan. Sebenarnya aku memilih Sukabumi tidak hanya ingin jauh dari orangtua. Tapi ingin lebih kenal lagi dengan keluarga baru ayah kandungku di Sukabumi. Tapi entahlah. Aku bingung. Semakin waktu berjalan. Aku tidak punya semangat lagi untuk bertemu dengan ayah kandungku sendiri.
Setelah semua urusan beres. Kami pun pulang.
Oh iya, kawan. Sebenarnya aku memilih Sukabumi tidak hanya ingin jauh dari orangtua. Tapi ingin lebih kenal lagi dengan keluarga baru ayah kandungku di Sukabumi. Tapi entahlah. Aku bingung. Semakin waktu berjalan. Aku tidak punya semangat lagi untuk bertemu dengan ayah kandungku sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar